Selasa, 31 Maret 2015

Hakikat Belajar dan Pembelajaran


MAKALAH
HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Disusun untuk melengkapi tugas materi kuliah Belajar dan Pembelajaran
Dosen Pengampu:
Yayuk Farida Kusumadewi, M.Pd



Disusun oleh: Kelompok I
Ø Asti Nityas Sari
Ø Anisatul Arofi

STKIP PGRI TRENGGALEK
Jalan Supriyadi No.22 Kode Pos 66319 Trenggalek
TAHUN AJARAN 2014/2015



KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Hakikat Belajar dan Pembelajaran “.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan.
 
 

Trenggalek,04 Maret 2015


Penyusun








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................... 2
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 3
BAB 1 PENDAHULUAN
1. 1   Latar Belakang......................................................................................................... 4
1. 2   Rumusan Masalah.................................................................................................... 5
1. 3   Tujuan Pembahasan................................................................................................. 5
1. 4   Manfaat Pembuatan................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pembahasan Teori................................................................................................. 6
1.      Pengertian Belajar dan Ciri-cirinya................................................................. 6
2.      Jenis-Jenis Belajar menurut Para Ahli............................................................. 9
3.      Pengertian Pembelajaran dan Ciri-cirinya..................................................... 10
4.      Tujuan Belajar dan Pembelajaran................................................................. 12
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan............................................................................................................ 13
3.2  Kritik dan Saran..................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 14









BAB I
PENDAHULUAN
1.1)            Latar Belakang
Belajar dan pembelajaran adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, baik pendidikan formal, nonformal dan informal. Masing-masing mempunyai tujuan untuk mendapatkan dan memberikan pendidikan seluas-luasnya. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung bagaimana proses belajar dan pembelajaran dirancang. Setiap orang pada dasarnya akan mengalami belajar maupun pembelajaran baik itu disadari atau tidak disadari oleh masing-masing individu. Perpaduan dari kedua unsur tersebut melahirkan interaksi edukatif dengan memanfaatkan bahan ajar sebagai mediumnya. Pada kegiatan belajar dan pembelajaran, keduanya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Karena itulah kegiatan belajar pembelajaran harus menjadi aktivitas hidup, sarat nilai dan senantiasa memiliki tujuan. Pendekatan baru melihat kegiatan belajar dan pembelajaran adalah milik guru dan murid dalam kedudukan yang setara, namun dari segi fungsi berbeda. Anak merupakan subjek pembelajaran dan menjadi inti dari setiap kegiatan pendidikan. Karena itulah, inti proses pembelajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran memiliki komponen-komponen yang menunjang di dalamnya, yaitu meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik dan siswa, tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi pengajaran, media pengajaran dan evaluasi pengajaran. Bagi seorang guru membutuhkan hadirnya sejumlah anak didik dalam proses pengajaran. Hal ini sangat berbeda dengan belajar yang tidak memerlukan seorang guru. Cukup banyak aktivis yang dilakukan oleh seseorang di luar dari keterlibatan seorang guru. Pembelajaran merupakan kegiatan di mana keterlibatan anak didik mutlak adanya. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik suatu pemahaman bahwa proses belajar dan pembelajaran merupakan suatu aktivitas yang disepakati dan dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara keseluruhan.
Dalam makalah ini kami membahas materi “HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN“ untuk membantu mahasiswa dalam memahami konsep dan hakikat Belajar dan Pembelajaran pada khususnya.
1.2)            Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, penulis membahas tentang “Hakikat Belajar dan Pembelajaran”. Adapun perumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah           :
1.   Apakah pengertian dan ciri-ciri belajar?
2.    Apakah jenis belajar menurut para ahli?
3.    Apakah pengertian dan ciri-ciri pembelajaran?
4.    Apakah tujuan belajar dan pembelajaran?
1.3)            Tujuan Pembahasan
      Tujuan yang ingin dicapai pada pembuatan makalah ini adalah:
1.    Mengetahui pengertian dan ciri-ciri belajar
2.    Mengetahui jenis belajar munurut para ahli
3.    Mengetahui pengertian dan ciri-ciri pembelajaran
4.    Mengetahui tujuan belajar dan pembelajaran
1.4)            Manfaat Pembuatan
      Manfaat pembuatan makalah ini antara lain: 
1.    Memudahkan siswa dalam memahami konsep dasar belajar dan pembelajaran.
2.    Membantu siswa dalam penanaman konsep belajar dan pembelajaran dalam diri untuk menunjang kreatifitas di lapangan.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1.            Pembahasan Teori
1.      Pengertian Belajar dan Ciri-Ciri Belajar
Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan para ahli, guna melengkapi dan memperluas pandangan kita tentang belajar.
a)      Skinner (dalam Barlow, 1985), mengartikan bahwa belajar sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.
b)     Hilgard dan Bower dalam bukunya Theories of Learning (1975) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat dan sebagainya).
c)      M. Sobry Sutikno dalam bukunya Menuju Pendidikan Bermutu (2004), mengartikan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
d)     C.T Morgan dalam Introdruction to Psychology (1962), merumuskan belajar sebagai suatu perubahan yang relatif dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat atauhasil dari pengalaman yang lalu.
e)      Thursan Hakim dalam bukunya Belajar Secara Efektif  (2002), mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dala bentuk kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya fikir, dan lain-lain kemampuannya.
f)       Dimyati dan Mudjiono, menjelaskan bahwa belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar.
g)      Vernon S. Gerlach & Donal P. Ely dalam bukunya Teaching & Media-A systematic Approach (1971) dalam Arsyad (2011: 3) mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku, sedangkan perilaku itu adalah tindakan yang dapat diamati. Dengan kata lain perilaku adalah suatu tindakan yang dapat diamati atau hasil yang diakibatkan oleh tindakan ataubeberapa tindakan yang dapat diamati.
h)     Gagne dalam Whandi (2007) belajar di definisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman.
i)        Slameto (2003: 5) menyatakan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh  suatu perubahan tingkah laku  yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. 
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut bahwa belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah melakukan aktivitas tertentu. Proses perubahan terdapat ditingkah laku seseorang setelah berinteraksi dengan lingkungannya, dalam hal ini adalah lingkungan kelas pada saat proses pembelajaran, yang akan menambah pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
Berikut adalah ciri-ciri belajar:
a.         Proses belajar ialah pengalaman, berbuat, mereaksi, dan melampaui (under going).
b.        Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat kognitif(pengetahuan), ketrampilan (psikomotorik), maupun nila dan sikap (afektif).
c.         Perubahan tidak berlangsung saat itu saja melainkan menetap dan dapat disimpan.
d.        Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melankan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
e.         Perubahan tidak semata-mata terjadi karena pertumbuhan fisik dan kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit, dan pengaruh obat-obatan.
2.      Jenis Belajar Menurut Para Ahli
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan sebelumnya, banyak cara dalam melakukan proses belajar. Di dalam proses belajar terdapat jenis belajar. Para ahli dengan melihat ciri-ciri yang ada di dalamnya, mencoba membagi jenis-jenis belajar ini. Jenis-jenis belajar yang diuraikan dalam pembahasan berikut ini merupakan penggabungan dari pendapat ketiga ahli (A. De Block, C. Van Parreren, Robert M. Gagne).
a.       Belajar Arti Kata-Kata
Maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Misalnya, pada anak kecil, dia sudah mengetahui kata ”anjing” dan “kucing” tetapi dia belum mengetahui bendanya.
b.      Belajar Kognitif
Tidak dapat disangkal bahwa belajar kognitif  bersentuhan dengan masalah mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. Misalnya, seseorang menceritakan hasil perjalanannya berupa pengalaman. Ketika dia menceritakan pengalamannya, dia tidak dapat menghadirkan objek-objek yang pernah dilihatnya dalam perjalanannya itu, dia hanya dapat menggambarkannya dalam suatu gagasan atau kalimat.
c.       Belajar Menghafal
Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diprosuksi (diingat) kemabli secara harfiah. Dalam menghafal, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan,yaitu mengenai tujuan, pengertian, perhatian, dan ingatan. Menghafal tanpa tujuan menjadi tidak terarah, menghafal tanpa pengertian menjadi kabur, menghafal tanpa tanpa perhatian menjadi kacau, dan menghafal tanpa ingatan akan sia-sia.
d.      Belajar Teoritis
Jenis belajar yang seperti ini bertujuan untuk menempatkan suatu data dan fakta dalam suatu organisasi mental, sehingga dapat digunakan untuk memcahkan masalah atau problem dalam bidang studi ilmiah ataupun dalam penelitian fisika. Misalnya, “bujur sangkar” mencakup semua persegi empat; iklim dan cuaca berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman; tumbuh-tumbuhan dibagi dalam genus atau species.
e.       Belajar Konsep
Konsep atau pengertian merupakan satuan arti yang mewakili sejumalah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Konsep dibedakan atas konsep konkret dam konsep yang harus didefinisikan. Konsep konkret adalah pengertian yang menunjuk pada objek fisik. Konsep ini mewakili benda tertentu, seperti meja, kursi,tumbuhan dan sebagainya. Konsep yang harus didefinisikan adalah konsep yang mewakili realitas hidup tetapi tidak langsung menunjukkan pada realitas dalam lingkungan hidup fisik, karena realitas itu tidak berbadan. Misalnya, saudara sepupu, saudara kandung, dan sebagainya.
f.       Belajar Kaidah
Belajar kaidah merupak pendapat yang dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah sendiri adalah apabila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mengarah kesuatu keteraturan. Misalnya, seseorang berkata “besi dipanaskan memuai”, karena dia telah menguasai konsep dasar mengenai “besi” “ dipanaskan” “memuai”, dan dapat menentukan adanya suatu relasi yang tetap antara ketiganya, maka dia yakin bahwa besi dipanaskan memuai.
g.      Belajar Berfikir
Dalam belajar ini, akan dihadapkan dengan suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan. Dalam konteks ini ada istilah berpikir konvergen dan berpikir divergen. Berpikir konvergen adalah berpikir menuju satu arah yang benar atau satu jawaban yang paling tepat. Sedangkan, berpikir konvergen adalah berpikir dalam arah yang berbeda-beda, akan diperoleh jawaban-jawaban unityang berbeda-beda tetapi benar.
3.      Pengertian Pembelajaran dan Ciri-Ciri Pembelajaran
Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan mengajar dan belajar, di mana pihak yang mengajar adalah guru dan yang belajar adalah siswa yang berorientasi pada kegiatan mengajarkan materi yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa sebagai sasaran pembelajaran. Dalam proses pembelajaran akan mencakup berbagai komponen lainnya, seperti media, kurikulum, dan fasilitas pembelajaran.
Para ahli juga mengemukakan pendapatnya tentang pengertian pembelajaran yaitu sebagai berikut
a.      Darsono (2002: 24-25) secara umum menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik.
b.      Arikunto (1993: 12) mengemukakan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar.
c.       Menurut Hamalik (2007:77) pembelajaran adalah suatu sistem artinya suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponenyang berinteraksi antara satu dengan lainnya dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang pengertian pembelajaran:
a.    Teori Kognitif, menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari.
b.    Teori Gestalt, menguraikan bahwa pembelajaran merupakan usaha guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna).
c.    Teori Humanistik, menjelaskan bahwa pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada suatu lingkungan belajar.
Berikut ciri-ciri pembelajaran:
a.       Mengaktifkan motivasi
b.      Memberitahukan tujuan belajar
c.       Merancang kegiatan dan perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat terlibat secara aktif, terutama secara mental
d.      Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat merangsang berpikir siswa (provoking question)
e.       Memberikan bantuan terbatas kepada siswa tanpa memberikan jawaban final
f.       Menghargai hasil kerja siswa dan memberi umpan balik
g.      Menyediakan aktivitas dan kondisi yang memungkinkan terjadinya konstruksi pengetahuan.
4.      Tujuan Belajar dan Pembelajaran
a.         Tujuan Belajar
Tujuan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi perubahan tingkah laku dari individu setelah individu tersebut melaksanakan proses belajar. Melalui belajar diharapkan dapat terjadi perubahan (peningkatan) bukan hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek lainnya. Selain itu tujuan belajar yang lainnya adalah :
a)      Untuk mendapatkan pengetahuan
Pengetahuan dan kemempuan berpikir merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir tanpa bahan pengetahuan. Jadi, dengan adanya bahan pengetahuan, maka seseorang dapat mempergunakan kemampuan berpikir di dalam proses belajar, sehingga pengetahuan yang didapat semakin bertambah.

b)      Pembentukan sikap
Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik tidak akan terlepas dari penanaman nilai-nilai. Oleh karena itu, guru tidak hanya sekedar mengajar, tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai itu kepada anak didiknya. Maka akan tumbuh kesadaran dan kemauannya untuk mempraktekkan segala sesuatu yang sudah dipelajarinya.

c)      Penanaman keterampilan
Belajar memerlukan latihan-latihan yang akan menambah keterampilan dalam diri siswa, baik itu keterampilan jasmani maupun keterampilan rohani.

b.        Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pembelajaran adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dengan menyusun rencana pembelajaran secara profesional, sistematis dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran, sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.




 BAB III
PENUTUP
3.1   Kesimpulan
Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari makalah ini :
Belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah melakukan aktivitas tertentu yang bertujuan untuk memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup. Menurut para ahli belajar dibedakan menjadi tujuh jenis yaitu Belajar arti kata-kata, belajar menghafal, belajar kognitif, belajar kaidah, belajar konsep, belajar berfikir dan belajar teoritis.
Dalam suatu proses belajar juga terdapat proses pembelajaran di dalanya. Pembelajaran sendiri merupakan suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada suatu lingkungan belajar.

3.2   Kritik dan Saran
Penulis makalah banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini. Penulis juga berharap materi yang dibahas dalam makalah ini dapat dikembangkan menjadi materi yang lebih luas pembahasannya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan tentang materi Belajar dan Pembelajaran khususnya hakikat belajar dan pembelajaran. Sekian dan terima kasih.









DAFTAR PUSTAKA
Sut Sutikno, Sobri. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Aditama. Selasa 3 Maret 2015, 11.30 WIB
Hamalik, Umar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Selasa 3 Maret 2015, 11.30 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar