MAKALAH
HAKIKAT
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Disusun
untuk melengkapi tugas materi kuliah Belajar dan Pembelajaran
Dosen
Pengampu:
Yayuk
Farida Kusumadewi, M.Pd
Disusun
oleh: Kelompok I
Ø Asti
Nityas Sari
Ø Anisatul
Arofi
STKIP
PGRI TRENGGALEK
Jalan
Supriyadi No.22 Kode Pos 66319 Trenggalek
TAHUN
AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan
makalah ini yang berjudul “ Hakikat Belajar dan Pembelajaran “.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih banyak
kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun kami
harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga
makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan.
Trenggalek,04 Maret 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................... 2
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 3
BAB 1 PENDAHULUAN
1. 1
Latar Belakang......................................................................................................... 4
1. 2 Rumusan
Masalah.................................................................................................... 5
1. 3 Tujuan
Pembahasan................................................................................................. 5
1. 4 Manfaat Pembuatan................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pembahasan
Teori................................................................................................. 6
1. Pengertian
Belajar dan Ciri-cirinya................................................................. 6
2. Jenis-Jenis
Belajar menurut Para Ahli............................................................. 9
3. Pengertian
Pembelajaran dan Ciri-cirinya..................................................... 10
4. Tujuan
Belajar dan Pembelajaran................................................................. 12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................................ 13
3.2 Kritik
dan Saran..................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1)
Latar
Belakang
Belajar
dan pembelajaran adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia
pendidikan, baik pendidikan formal, nonformal dan informal. Masing-masing
mempunyai tujuan untuk mendapatkan dan memberikan pendidikan seluas-luasnya.
Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar dan pembelajaran
merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti bahwa berhasil tidaknya
pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung bagaimana proses belajar dan
pembelajaran dirancang. Setiap orang pada dasarnya akan mengalami belajar
maupun pembelajaran baik itu disadari atau tidak disadari oleh masing-masing
individu. Perpaduan dari kedua unsur tersebut melahirkan interaksi edukatif
dengan memanfaatkan bahan ajar sebagai mediumnya. Pada kegiatan belajar dan
pembelajaran, keduanya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Karena itulah
kegiatan belajar pembelajaran harus menjadi aktivitas hidup, sarat nilai dan
senantiasa memiliki tujuan. Pendekatan baru melihat kegiatan belajar dan
pembelajaran adalah milik guru dan murid dalam kedudukan yang setara, namun
dari segi fungsi berbeda. Anak merupakan subjek pembelajaran dan menjadi inti
dari setiap kegiatan pendidikan. Karena itulah, inti proses pembelajaran tidak
lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan
pembelajaran.
Kegiatan
pembelajaran memiliki komponen-komponen yang menunjang di dalamnya, yaitu
meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik dan siswa, tenaga
kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi pengajaran, media
pengajaran dan evaluasi pengajaran. Bagi seorang guru membutuhkan hadirnya
sejumlah anak didik dalam proses pengajaran. Hal ini sangat berbeda dengan
belajar yang tidak memerlukan seorang guru. Cukup banyak aktivis yang dilakukan
oleh seseorang di luar dari keterlibatan seorang guru. Pembelajaran merupakan
kegiatan di mana keterlibatan anak didik mutlak adanya. Kegiatan pembelajaran
dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup
bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan uraian di atas,
dapat ditarik suatu pemahaman bahwa proses belajar dan pembelajaran merupakan
suatu aktivitas yang disepakati dan dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan
secara keseluruhan.
Dalam
makalah ini kami membahas materi “HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN“ untuk
membantu mahasiswa dalam memahami konsep dan hakikat Belajar dan Pembelajaran
pada khususnya.
1.2)
Rumusan Masalah
Dalam
makalah ini, penulis membahas tentang “Hakikat Belajar dan Pembelajaran”.
Adapun perumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah :
1.
Apakah
pengertian dan ciri-ciri belajar?
2. Apakah jenis belajar menurut para
ahli?
3. Apakah pengertian dan ciri-ciri
pembelajaran?
4. Apakah tujuan belajar dan
pembelajaran?
1.3)
Tujuan Pembahasan
Tujuan yang ingin dicapai pada pembuatan makalah ini adalah:
1.
Mengetahui pengertian dan ciri-ciri
belajar
2. Mengetahui jenis belajar munurut
para ahli
3. Mengetahui pengertian dan ciri-ciri
pembelajaran
4. Mengetahui tujuan belajar dan
pembelajaran
1.4)
Manfaat
Pembuatan
Manfaat pembuatan makalah ini antara lain:
1. Memudahkan
siswa dalam memahami konsep dasar belajar dan pembelajaran.
2. Membantu siswa dalam penanaman
konsep belajar dan pembelajaran dalam diri untuk menunjang kreatifitas di
lapangan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pembahasan
Teori
1. Pengertian
Belajar dan Ciri-Ciri Belajar
Hampir semua ahli telah mencoba
merumuskan dan membuat tafsirannya tentang belajar. Dalam uraian ini kita akan
berkenalan dengan beberapa perumusan para ahli, guna melengkapi dan memperluas
pandangan kita tentang belajar.
a)
Skinner
(dalam
Barlow, 1985), mengartikan bahwa
belajar sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang
berlangsung secara progresif.
b)
Hilgard
dan
Bower dalam bukunya Theories of Learning (1975) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan
tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh
pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah
laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan,
kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh
obat dan sebagainya).
c)
M.
Sobry Sutikno dalam bukunya Menuju Pendidikan Bermutu (2004), mengartikan belajar adalah suatu
proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan
yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya.
d)
C.T
Morgan dalam Introdruction
to Psychology (1962), merumuskan belajar sebagai suatu perubahan yang
relatif dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat atauhasil dari pengalaman
yang lalu.
e)
Thursan
Hakim dalam bukunya Belajar
Secara Efektif (2002), mengartikan
belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan
perubahan tersebut ditampakkan dala bentuk kualitas dan kuantitas tingkah laku
seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman,
ketrampilan, daya fikir, dan lain-lain kemampuannya.
f)
Dimyati
dan Mudjiono, menjelaskan bahwa belajar adalah
kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara
mengolah bahan belajar.
g)
Vernon S.
Gerlach & Donal P. Ely dalam bukunya Teaching
& Media-A systematic Approach (1971) dalam Arsyad (2011: 3) mengemukakan
bahwa belajar adalah perubahan perilaku, sedangkan perilaku itu adalah tindakan
yang dapat diamati. Dengan kata lain perilaku adalah suatu tindakan yang dapat
diamati atau hasil yang diakibatkan oleh tindakan ataubeberapa tindakan yang
dapat diamati.
h)
Gagne dalam
Whandi (2007) belajar di definisikan sebagai suatu proses dimana
suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman.
i)
Slameto
(2003: 5) menyatakan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya.
Dari pengertian-pengertian tersebut
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut bahwa belajar pada hakikatnya adalah
“perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah melakukan aktivitas
tertentu. Proses perubahan terdapat ditingkah laku seseorang
setelah berinteraksi dengan lingkungannya, dalam hal ini adalah lingkungan
kelas pada saat proses pembelajaran, yang akan menambah pengetahuan,
keterampilan, maupun sikap.
Berikut adalah ciri-ciri belajar:
a.
Proses belajar ialah pengalaman,
berbuat, mereaksi, dan melampaui (under going).
b.
Adanya kemampuan baru atau perubahan.
Perubahan tingkah laku bersifat kognitif(pengetahuan), ketrampilan
(psikomotorik), maupun nila dan sikap (afektif).
c.
Perubahan tidak berlangsung saat itu
saja melainkan menetap dan dapat disimpan.
d.
Perubahan itu tidak terjadi begitu saja
melankan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan
lingkungan.
e.
Perubahan tidak semata-mata terjadi
karena pertumbuhan fisik dan kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit, dan
pengaruh obat-obatan.
2. Jenis
Belajar Menurut Para Ahli
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan
sebelumnya, banyak cara dalam melakukan proses belajar. Di dalam proses belajar
terdapat jenis belajar. Para ahli dengan melihat ciri-ciri yang ada di
dalamnya, mencoba membagi jenis-jenis belajar ini. Jenis-jenis belajar yang
diuraikan dalam pembahasan berikut ini merupakan penggabungan dari pendapat
ketiga ahli (A. De Block, C. Van Parreren, Robert M. Gagne).
a. Belajar
Arti Kata-Kata
Maksudnya adalah orang mulai menangkap
arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Misalnya, pada anak kecil,
dia sudah mengetahui kata ”anjing” dan “kucing” tetapi dia belum mengetahui
bendanya.
b. Belajar
Kognitif
Tidak dapat disangkal bahwa belajar
kognitif bersentuhan dengan masalah
mental. Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan,
gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. Misalnya,
seseorang menceritakan hasil perjalanannya berupa pengalaman. Ketika dia
menceritakan pengalamannya, dia tidak dapat menghadirkan objek-objek yang
pernah dilihatnya dalam perjalanannya itu, dia hanya dapat menggambarkannya
dalam suatu gagasan atau kalimat.
c. Belajar
Menghafal
Menghafal adalah suatu aktivitas
menanamkan materi verbal dalam ingatan, sehingga nantinya dapat diprosuksi
(diingat) kemabli secara harfiah. Dalam menghafal, ada beberapa syarat yang
harus diperhatikan,yaitu mengenai tujuan, pengertian, perhatian, dan ingatan.
Menghafal tanpa tujuan menjadi tidak terarah, menghafal tanpa pengertian
menjadi kabur, menghafal tanpa tanpa perhatian menjadi kacau, dan menghafal
tanpa ingatan akan sia-sia.
d. Belajar
Teoritis
Jenis belajar yang seperti ini bertujuan
untuk menempatkan suatu data dan fakta dalam suatu organisasi mental, sehingga
dapat digunakan untuk memcahkan masalah atau problem dalam bidang studi ilmiah
ataupun dalam penelitian fisika. Misalnya, “bujur sangkar” mencakup semua
persegi empat; iklim dan cuaca berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman;
tumbuh-tumbuhan dibagi dalam genus atau species.
e. Belajar
Konsep
Konsep atau pengertian merupakan satuan
arti yang mewakili sejumalah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Konsep
dibedakan atas konsep konkret dam konsep yang harus didefinisikan. Konsep
konkret adalah pengertian yang menunjuk pada objek fisik. Konsep ini mewakili
benda tertentu, seperti meja, kursi,tumbuhan dan sebagainya. Konsep yang harus
didefinisikan adalah konsep yang mewakili realitas hidup tetapi tidak langsung
menunjukkan pada realitas dalam lingkungan hidup fisik, karena realitas itu
tidak berbadan. Misalnya, saudara sepupu, saudara kandung, dan sebagainya.
f. Belajar
Kaidah
Belajar kaidah merupak pendapat yang
dikemukakan oleh Gagne. Belajar kaidah sendiri adalah apabila dua konsep atau
lebih dihubungkan satu sama lain, terbentuk suatu ketentuan yang mengarah
kesuatu keteraturan. Misalnya, seseorang berkata “besi dipanaskan memuai”,
karena dia telah menguasai konsep dasar mengenai “besi” “ dipanaskan” “memuai”,
dan dapat menentukan adanya suatu relasi yang tetap antara ketiganya, maka dia
yakin bahwa besi dipanaskan memuai.
g. Belajar
Berfikir
Dalam belajar ini, akan dihadapkan
dengan suatu masalah yang harus dipecahkan, tetapi tanpa melalui pengamatan dan
reorganisasi dalam pengamatan. Dalam konteks ini ada istilah berpikir konvergen
dan berpikir divergen. Berpikir konvergen adalah berpikir menuju satu arah yang
benar atau satu jawaban yang paling tepat. Sedangkan, berpikir konvergen adalah
berpikir dalam arah yang berbeda-beda, akan diperoleh jawaban-jawaban unityang
berbeda-beda tetapi benar.
3. Pengertian
Pembelajaran dan Ciri-Ciri Pembelajaran
Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan mengajar
dan belajar, di mana pihak yang mengajar adalah guru dan yang belajar adalah
siswa yang berorientasi pada kegiatan mengajarkan materi yang berorientasi pada
pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa sebagai sasaran
pembelajaran. Dalam proses pembelajaran akan mencakup berbagai komponen
lainnya, seperti media, kurikulum, dan fasilitas pembelajaran.
Para ahli juga mengemukakan pendapatnya tentang
pengertian pembelajaran yaitu sebagai berikut
a.
Darsono
(2002: 24-25) secara umum menjelaskan pengertian pembelajaran
sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga
tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik.
b.
Arikunto
(1993: 12) mengemukakan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya
proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang
belajar.
c.
Menurut
Hamalik (2007:77) pembelajaran adalah suatu sistem
artinya suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponenyang berinteraksi
antara satu dengan lainnya dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai
tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang pengertian
pembelajaran:
a. Teori
Kognitif, menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai cara guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa
yang sedang dipelajari.
b. Teori
Gestalt, menguraikan bahwa pembelajaran merupakan usaha guru untuk memberikan
materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga siswa lebih mudah
mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna).
c. Teori
Humanistik, menjelaskan bahwa pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada
siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat
dan kemampuannya.
Dalam Undang-undang Sistem
Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa “pembelajaran adalah
proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar”. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan
suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat
menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling
mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang
diinginkan pada suatu lingkungan belajar.
Berikut ciri-ciri pembelajaran:
a.
Mengaktifkan motivasi
b.
Memberitahukan tujuan belajar
c.
Merancang kegiatan dan perangkat
pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat terlibat secara aktif, terutama
secara mental
d.
Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
dapat merangsang berpikir siswa (provoking question)
e.
Memberikan bantuan terbatas kepada siswa
tanpa memberikan jawaban final
f.
Menghargai hasil kerja siswa dan memberi
umpan balik
g.
Menyediakan aktivitas dan kondisi yang
memungkinkan terjadinya konstruksi pengetahuan.
4.
Tujuan Belajar dan Pembelajaran
a.
Tujuan Belajar
Tujuan
belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi perubahan tingkah laku dari
individu setelah individu tersebut melaksanakan proses belajar. Melalui belajar
diharapkan dapat terjadi perubahan (peningkatan) bukan hanya pada aspek
kognitif, tetapi juga pada aspek lainnya. Selain itu tujuan belajar yang lainnya
adalah :
a) Untuk
mendapatkan pengetahuan
Pengetahuan dan kemempuan berpikir merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Dengan kata lain tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir tanpa bahan
pengetahuan. Jadi, dengan adanya bahan pengetahuan, maka seseorang dapat
mempergunakan kemampuan berpikir di dalam proses belajar, sehingga pengetahuan
yang didapat semakin bertambah.
b) Pembentukan
sikap
Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik tidak akan terlepas dari
penanaman nilai-nilai. Oleh karena itu, guru tidak hanya sekedar mengajar,
tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai itu
kepada anak didiknya. Maka akan tumbuh kesadaran dan kemauannya untuk
mempraktekkan segala sesuatu yang sudah dipelajarinya.
c) Penanaman
keterampilan
Belajar memerlukan latihan-latihan yang akan menambah keterampilan dalam diri
siswa, baik itu keterampilan jasmani maupun keterampilan rohani.
b.
Tujuan Pembelajaran
Tujuan
dari pembelajaran adalah mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil
proses belajar mengajar. Dengan menyusun rencana pembelajaran secara
profesional, sistematis dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat,
mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran, sebagai kerangka
kerja yang logis dan terencana.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan
dari makalah ini :
Belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang
setelah melakukan aktivitas tertentu yang bertujuan untuk memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup. Menurut para
ahli belajar dibedakan menjadi tujuh jenis yaitu Belajar arti kata-kata,
belajar menghafal, belajar kognitif, belajar kaidah, belajar konsep, belajar
berfikir dan belajar teoritis.
Dalam suatu proses belajar juga
terdapat proses pembelajaran di dalanya. Pembelajaran sendiri merupakan suatu
proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima
materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling
mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang
diinginkan pada suatu lingkungan belajar.
3.2 Kritik dan Saran
Penulis makalah banyak
berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada
penulis demi sempurnanya makalah ini. Penulis juga berharap materi yang dibahas dalam
makalah ini dapat
dikembangkan menjadi materi yang lebih luas pembahasannya.
Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan tentang materi Belajar dan Pembelajaran khususnya hakikat belajar dan pembelajaran. Sekian dan terima kasih.
DAFTAR
PUSTAKA
Sut Sutikno, Sobri. 2007. Strategi Belajar Mengajar.
Bandung: Aditama. Selasa 3 Maret 2015, 11.30 WIB
Hamalik, Umar. 2001. Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara. Selasa 3 Maret 2015, 11.30 WIB
http://myunus-myunus.blogspot.com//jenis-jenis-belajar.html?m=1.
Jumat 6
Maret 2015, 12.46 WIB
http://ikhwan-perbaungan.blogspot.com/2013/04/definisi-dan-ciri-ciri-belajar-menurut.html?m=1 Kamis 5 Maret 2015,
17.15 WIB
http://sainsmatika.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-tujuan-dari-belajar-dan.html. Selasa 3 Maret 2015, 10.30 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar